|
Iklan Foto |
|
Rp. 900.000.000RUMAH SIAP HUNI -- Jl. Sorowajan Baru, selatan Plaza Ambarrukmo Jogjakarta --
Rp. 950.000.000RUMAH SIAP HUNI -- Jl Palagan Tentara Pelajar Km. 6 (utara Hotel Hyatt), pinggir jalan Sleman Jogjakarta --
Rp. 875.000.000Perum MBS, Condong Catur, Sleman, Yogyakarta
Rp. 1.500.000.000Jl. Lowanu 13, Yogyakarta
Rp. 275.000.000Jl. Godean km 8,5 Brintik, Sidokarto, Godean, Sleman, Yogyakarta
Rp. 599.000.000Mranggen Baru No 41 RT. 13 RW. 24, Kututegal, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta
|
|
|
|
 |
|
|
Wilayah Perumahan |
|
|
 |
|
|
Iklan Properti |
|
|
 |
|
DAPATKAN SEGERA

MAJALAH RUMAHJOGJA EDISI 40 | SEPTEMBER 2010
|
|
|
|
Majalah RumahJogja |
|
|
|
|
Event |
|
|
|
|
Customer Support |
| |
 |
|
|
|
Berita Properti |
ShareThis
|
14/12/2009 12:48
Rumah Sleman: Kemewahan Rumah Bangsawan Jawa Tempo Dulu
Kisah ini bermula tahun 1814. Ketika itu, seorang Darah Dalem Keraton Kasunanan Surakarta mendirikan sebuah rumah Joglo Jawa di Kampung Sewu, Solo. Rumah yang sebagian besar terdiri dari kayu jati ini berdiri megah dan mewah.
Sebagai sebuah kota, Solo pun tumbuh dengan pesat. Kepadatan kota tak terelakkan lagi. Menimbang kondisi itu, keseluruhan rumah Joglo milik Bambang Suryo Sunendar ini dipindahkan ke Desa Warak, Sleman pada tahun 1998. Pada 2002, dibukalah rumah ini sebagai private boutique hotel. Rumah Sleman Private Boutique Hotel Yogyakarta namanya. “Hal itu kami lakukan untuk memperkenalkan warisan leluhur Jawa yang bernilai tinggi ini,” papar Bintang Berlian, Sekretaris General Manager Rumah Sleman.
Simetris adalah kesan pertama melangkahkan kaki memasuki Rumah Sleman milik Anna Mathovani, isteri mendiang Bambang Suryo Sunendar. Kesimetrisan itu terlihat dari pintu gerbangnya yang berjumlah dua. Melangkah lebih jauh, sebuah pendopo joglo berdiri megah. Di samping kanan dan kiri, terdapat Pagupon Kanan dan Pagupon Kiri. Pagupon Kanan digunakan sebagai pawon (dapur utama rumah) dan Pagupon Kiri digunakan sebagai tempat bersantai, yang disebut Kenanga Lounge. Selain itu, Kenanga Lounge juga dapat digunakan untuk bersantai bersama keluarga atau menjamu rekan bisnis.
Sebagai rumah Joglo, Rumah Sleman memiliki tiga elemen penting. Pendhapa, pringgitan, dan omah jero atau ruang dalem. Pendhapa adalah ruang pertemuan yang biasa digunakan untuk bermusyawarah atau menerima tamu. Di Rumah Sleman, pendhapa ini digunakan sebagai lobi utama. Pringgitan adalah ruang tengah, biasa digunakan untuk menerima tamu khusus. Selain itu, pringgitan juga biasa digunakan sebagai tempat pementasan wayang kulit bagi keluarga berekonomi mampu. Pringgitan ini sekarang beralih fungsi sebagai tempat pelaminan jika ada yang menyewa untuk acara pernikahan. Selain itu, juga digunakan untuk menampilkan tarian dan musik gamelan untuk menyambut tamu VIP. Ruang dalem adalah bagian dalam rumah yang biasa digunakan sebagai ruang keluarga dan untuk menerima tamu wanita.
Ruang dalem terdiri dari senthong dan gandhok. Senthong terdiri dari tiga macam, yakni senthong kanan, senthong kiri, dan senthong tengah. Pada zaman dulu, senthong kanan dan senthong kiri dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan makanan. Senthong tengah digunakan sebagai pusat upacara apabila pemilik rumah menggelar hajatan, seperti hajatan perkawinan. Selain itu, senthong tengah juga digunakan sebagai tempat pemujaan terhadap Dewi Sri. Kini, ketiga senthong itu digunakan sebagai pantry bagi tamu yang ingin menginap. Ruang dalem lainnya, yakni gandhok, terdapat di sebelah kanan dan kiri dalem. Fungsi gandhok ialah tempat tinggal para kerabat.
Pada Rumah Sleman, terdapat tambahan bangunan pada sisi kanan dari kiri, namanya Wings Kanan dan W ings Kiri. Pada tempat inilah tamu menginap. Wings Kanan disebut Wings Western karena menonjolkan interior Barat. Wings Kiri disebut Wings Javanese karena menonjolkan interior Jawa.
Pada Wings Western, terdapat dua kamar, yakni Borobudur Suite dan Prambanan Suite. Pada Borobudur Suite, terdapat satu tempat tidur tinggi besar bergaya kolonial. Sebuah lemari besar dan lebar berbahan kayu jati berdiri megah memenuhi satu sisi ruangan. Yang menjadi ciri khas ruangan ini adalah adanya dua lukisan, yakni lukisan bencana di suatu lembah sungai karya La Fonte dan lukisan Istana Bogor karya Era Dantje. Pada Prambanan Suite, terdapat dua tempat tidur bergaya kolonial. Semua barang di kamar ini serba dua dengan peletakan yang simetris, sehingga terkesan seimbang. Baik Borobudur Suite maupun Prambanan Suite, keduanya sanggup membawa kita terbang ke masa lampau untuk sekadar merasakan hidup nyaman di zaman kolonial.
Sebaliknya, pada Wings Javanese, kita seakan dibawa terbang ke masa lampau untuk merasakan kehidupan bangsawan Jawa yang megah. Pada Wings Javanese, terdapat dua kamar, yakni Raffles Royal Suites dan Javanese Royal Suite. Pada Raffles Royal Suites, terdapat satu tempat tidur besar dengan kepala tempat tidur asli dari Keraton Kasunanan Solo. Satu lemari kayu jati besar terdapat pula dalam ruangan itu. Pun, satu meja kayu jati besar asli milik Sultan Pakubuwono X. Yang juga menarik dari kamar ini adalah terdapatnya sembilan koleksi surat Raffles pada raja-raja di Jawa, delapan dengan tulisan Arab Persia dan satu dengan tulisan Jawa Kuno. Kesembilan surat itu terpajang manis di dinding dengan bingkai minimalis yang rapi.
Pada Javanese Royal Suite, terdapat satu tempat tidur besar dan meja kursi asli Belanda milik Sultan Pakubuwono X. Kamar ini banyak dihiasi oleh keramik-keramik asli China. Keramik-keramik itu asli dari Dinasti Han dan Ming. Yang tak kalah menarik dari kamar ini adalah adanya teras pribadi khusus tamu yang menginap di Javanese Royal Suite. Dari teras itu, tamu dapat melihat bentangan pemandangan alam pedesaan yang masih asri dan alami. Yang menarik dari semua kamar itu adalah adanya ruang tamu pribadi, ruang menonton televisi dan kamar mandi pribadi yang mewah di tiap kamar.
Pada sisi belakang, terdapat ruang makan yang bernama Andrawina Dining Room. Andrawina Dining Room sanggup menyuguhkan kemewahan ruang makan bangsawan Jawa tempo dulu, dengan sedikit bumbu gaya Spanyol. Gaya Spanyol kental terasa dengan adanya piano besar di sudut kiri ruang makan. “Jika tamu menghendaki, kami dapat memainkannya untuk mereka,” jelas Bintang. Setelah Andrawina Dining Room, terdapat teras yang disebut Teras Paseban. Teras Paseban juga dapat digunakan sebagai ruang makan, sembari menyaksikan pemandangan alam yang membentang indah di depan mata. Pada Teras Paseban, terdapat bar kecil untuk memesan minuman yang diinginkan. Pun terdapat meja billiard bagi Anda penyuka permainan ini.
Pada sisi paling belakang, terdapat halaman belakang yang hijau dan sejuk. Pada halaman belakang ini, terdapat Khayangan Gazebo. Gazebo ini disebut khayangan karena kita akan merasa di khayangan jika berdiri di gazebo ini. Betapa tidak, dengan lokasi yang tinggi, kita dapat melihat pemandangan pedesaaan dan hamparan sawah di bawah kaki kita.
Tak hanya menyajikan kenyamanan menginap, Rumah Sleman juga menyediakan fasilitas antar jemput dari bandara, tur dengan andong keliling desa, pasar tradisional, dan sentra kerajinan bambu, dan pijat tradisional Jawa. Sebagai pelestari budaya Jawa, Rumah Sleman pun menawarkan private performance, berupa tarian tradisional, pertunjukan kesenian seperti Sendratari Ramayana, dan permainan gamelan Jawa.
Dengan segala fasilitas yang ditawarkan, Rumah Sleman Private Boutique Hotel ini sanggup menerbangkan para tamunya ke masa lampau. Semua tamu akan merasakan kenyamanan hidup sebagai bangsawan Jawa tempo dulu. Anda ingin mencoba? Datang saja ke Jl. Purboyo No. 111, Warak Kidul, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Kenikmatan hidup sebagai bangsawan Jawa tempo dulu menanti Anda.
[Ikhdah]
Rumahjogja |
|
 |
|
|
|
| RUMAHJOGJA
DIDUKUNG OLEH : |
|
|
|
|
|